Thursday, November 24, 2011

YA ALLAH....

Assalamualaikum sahabat ain sekalian.Moga sahabat semuanya dalam lindungan Allah SWT dan senantiasa dipermudahkan dalam segala urusan.

Sekadar ingin berkongsi lagu-lagu yang menyentuh perasaan ini.Moga ianya memberikan keinsafan buat kita bersama, insyaAllah.








...dalam hitam kelam malam...dalam sepi rinduku padamu Ya Allah...(Opick)...





seandainya Engkau tak sayang padaku...tak ku kenal siapa diriku...seandainya Engkau tak kasih padaku...tak ku tahu arah hidupku...(Iwan Syahman)...





...penuhi jiwa ini dengan satu rindu..rindu untuk mendapatkan RahmatMu...cukup bagiku Allah..(Opick)




...SubhanaAllah itu Allah yang punya...tiada yang engkau punya..semuanya Allah punya...(Iwan Syahman)...






SubhanaAllah..Maha Suci Allah...begitu banyak nikmat yang Allah SWT berikan pada kita hingga saat ini.Bersyukurlah atas segala nikmatnya dengan melakukan segala perintah Allah SWT dengan penuh ketaatan dan keikhlasan.

Sayangilah Allah...cintailah Allah SWT lebih dari cinta kita pada manusia....

Sunday, November 20, 2011

JOM IKUT SUNNAH RASULULLAH SAW

Assalamualaikum sahabat NUR sekalian.Moga semuanya senantiasa di dalam lindungan Allah SWT ..aamiin.

Kali ini ain ingin mengajak para sahabat sekalian untuk sama-sama mempelajari dan menghayati sunnah-sunnah yang ditinggalkan Rasulullah SAW buat umatnya yang tersayang.

Jom ikut sunnah Rasulullah SAW!!!




Di dalam Al-Quran ada dinyatakan:

"Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah SWT, ikutilah aku, nescaya Allah Mengasihi dan Mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.Katakanlah, "Taatilah Allah dan RasulNYA, jika kamu berpaling, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir."
(Surah Ali Imran ayat 31 & 32)



Maka, apa saja yang disukai oleh Rasulullah SAW, maka itu adalah kesukaan Allah SWT.Apa saja amalan Sunnah Rasulullah SAW, itulah amalan yang paling Allah SWT sukai.

Sebagaimana disebutkan Hadits dalam Kitab Al Muwatha’ lil Imam Malik r.a

عَنْ مَالِك أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

Dari Imam Malik r.a, datang kepada beliau tentang apa yang sampai kepada beliau bahwa Sesungguhnya Rasulullah bersabda: "Aku tinggalkan/wasiatkan sesuatu kepada kalian dua perkara dan untuk kamu semua memegang teguh keduanya yang mana kalian semua tidak akan tersesat yaitu Kitab Allah (Al Quran) dan Sunnah Nabinya" (hadits).













SELAMAT BERAMAL!!!

Saturday, November 19, 2011

UNTUKMU MUSLIMAH


Assalamualaikum, salam sejahtera sahabat ain sekalian.Moga sahabat semuanya dalam keadaan sihat-sihat selalu dan senantiasa di dalam lindungan Allah SWT.

Kali ini ain ingin berkongsi bersama sahabat semua bacaan hadith dan Al Quran yang ain sentiasa rujuk kembali dari semasa ke semasa.

Ain coretkan di blog NUR bukan hanya untuk sahabat membacanya, malah untuk ain jadikan nota peribadi di masa depan.


UNTUKMU MUSLIMAH SOLEHAH...

(BERKENAAN BERPAKAIAN LABUH)

Firman Allah SWT:

"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: 'Hendaklah mereka menghulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka'. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,kerana itu mereka tidak akan diganggu.Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Rasulullah SAW bersabda:

"Sesiapa yang menyerupai sesuatu kaum, maka ia termasuk daripada mereka."
(hadith riwayat Ahmad,Abu Daud, dan Ibnu Hibban)


Maka, berpakaianlah sebagai seorang wanita Islam agar diri kita tidak kelihatan sama seperti yang bukan Islam.


(BERKENAAN TABIR/PURDAH)

Allah SWT berfirman:

"Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir.Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka." (Surah Al Azhab 33: ayat 53)

"Tidak ada dosa atas isteri-isteri Nabi (untuk berjumpa tanpa tabir) dengan bapa-bapa mereka, anak-anak lelaki mereka, saudara lelaki mereka,anak laki-laki dari saudara lelaki mereka, anak laki-laki dari saudara mereka yang perempuan, perempuan-perempuan yang beriman dan hamba sahaya yang mereka miliki, dan bertakwalah kamu kepada Allah.Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu." (Surah Al Azhab 33: ayat 55)


Hadith-hadith berkenaan tabir/purdah:

Rasulullah SAW bersabda:

"Bila seseorang diantara kamu melamar orang perempuan, maka tidak berdosa baginya melihat si perempuan, apabila melihatnya memang hanya untuk melamar (meminang) sekalipun dan tidak tahu." (Hadis Riwayat Ahmad)


Hadith Aisyah R.a.:

Rasulullah SAW sembahyang subuh, beberapa orang wanita ikut sembahyang bersama beliau dengan berselimutkan kain bulunya kemudian mereka pulang ke rumah.Tidak seorang pun tahu kerana suasana yang gelap.Aisyah berkata: "Andaikan Rasulullah SAW mengetahui apa yang kami lihat (wanita yang ikut sembahyang di masjid) pasti beliau melarang mereka pergi ke masjid."
(turut diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud)


"Ada orang berkenderaan melewati kami,sedangkan ketika itu kami mengerjakan ihram bersama Rasulullah SAW, ketika mereka berhadapan dengan kami, salah seorang diantara kami menutup jilbabnya ke wajahnya, bila mana mereka sudah berlalu dari kami, kami membuka semula wajah."
(Hadis Riwayat Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah)



Ulama ada berpendapat memakai purdah ini wajib dan ada juga yang berpendapat harus.Namun, mengikut Mazhab Imam Shafie hukumnya adalah WAJIB dan amat DIGALAKKAN atau DIUTAMAKAN.Namun TIADA hukum mengatakan berpurdah ini haram.





"Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah SWT, ikutilah aku, nescaya Allah Mengasihi dan Mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.Katakanlah, "Taatilah Allah dan RasulNYA, jika kamu berpaling, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir."
(Surah Ali Imran ayat 31 & 32)


Maka, apa saja yang disukai oleh Rasulullah SAW, maka itu adalah kesukaan Allah SWT.Apa saja amalan Sunnah Rasulullah SAW, itulah amalan yang paling Allah SWT sukai.

Sebagaimana disebutkan Hadits dalam Kitab Al Muwatha’ lil Imam Malik r.a

عَنْ مَالِك أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

Dari Imam Malik r.a, datang kepada beliau tentang apa yang sampai kepada beliau bahwa Sesungguhnya Rasulullah bersabda: "Aku tinggalkan/wasiatkan sesuatu kepada kalian dua perkara dan untuk kamu semua memegang teguh keduanya yang mana kalian semua tidak akan tersesat yaitu Kitab Allah (Al Quran) dan Sunnah Nabinya" (hadits).

Namun, bagi niqabis atau muslimah berpurdah di luar sana.USAH bangga diri jika anda berniqab atau berpurdah.Berniqab atau tidak, kita semua tetap sama.Yang membezakan hanyalah amalan masing-masing.(ingatan buat diri ini )


Ayat dalam Surah An-Nuur ayat 30 & 31 jika dibaca berulang kali dan difahami dengan baik, ianya berkait rapat dengan Adab Seorang Wanita Islam dalam batas-batas pergaulan dan juga batas aurat di kalangan ahli keluarga serta masyarakat...





Allah SWT berfirman:

"Katakanlah kepada wanita beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasan kecuali yang biasa nampak daripadanya.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasan kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka atau putera-putera mereka atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan laki-laki yang tidak berkeinginan terhadap wanita, atau anak-anak yang belum mengenal tentang aurat wanita.Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang beriman supaya kamu beruntung."
(Surah An Nuur 24: ayat 31)



(BERKENAAN MENUNDUKKAN PANDANGAN)

"Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka, dan memelihara kemaluannya yang demikian itu adalah suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.."
(Surah An Nuur 24: ayat 30)

"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada yang diharamkan)
(Surah An Nuur 24: ayat 31)



(BERKENAAN MENUTUP TUMIT KAKI)





Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang menarik bajunya kerana sombong, Allah SWT tidak melihat padanya pada hari Kiamat." Ummu Salamah bertanya; 'Bagaimana caranya perempuan membuat baju panjangnya?' Sabda Nabi SAW; "Hendaklah menurunkan sejengkal." Aisyah RA bertanya; 'Apabila wanita terbuka tumitnya?' Sabda Nabi; "Hendaklah menurunkan sehasta, tidak boleh melebihi dari itu."
(Hadith Riwayat Bukhari dan Muslim)

Maka, JANGAN merasa pelik jika anda melihat ada sesetengah muslimah yang mengenakan jubah atau pakaian labuh yang meleret ke tanah, atau tidak kurang juga JANGAN merasa pelik melihat kami muslimah menutup kaki dengan memakai stoking.


(BERKENAAN BERJABAT TANGAN)




'Tangan Rasulullah SAW tidak pernah menyentuh tangan seorang perempuan pun, kecuali tangan perempuan yang dimilikinya.'
(Hadith Riwayat Imam Bukhari dari Aisyah RA)

Bagi sahabat pembaca lelaki mahupun wanita, BERATKAN tangan anda itu daripada bersalaman dengan mereka yang tidak halal bagi dirimu.(ingatan buat diri ini juga)

Moga kita bertemu lagi di coretan akan datang, InsyaAllah.

Friday, November 11, 2011

DAKWAH? TABLIGH?...JANGAN BERSANGKA BURUK....

Assalamualaikum, salam sejahtera sahabat Nur sekalian.

Ain ingin berkongsi suatu ketika sewaktu ain masih lagi belum beragama Islam.Ain masih ingat semasa ain tinggal bersama nenek di masa kecil mahupun ketika ain sudah remaja dan tinggal bersama ibu bapa.Ain melihat sekumpulan manusia yang datang beramai-ramai dari rumah ke rumah sambil membawa sebuah buku di tapak tangan.Mereka datang dengan penuh kemesraan seolah-olah ingin mengatakan sesuatu perkara kebaikkan.Namun, apa yang ain ingat, mereka dihalau dan pintu rumah ditutup kerana tidak berminat untuk ambil tahu.Kumpulan yang datang itu sebenarnya ingin menyebarkan ajaran Kristian pada keluarga ain suatu ketika dahulu.

Kini memori itu datang kembali berikutan suatu perkara ain baru faham dan pelajari baru-baru ini.Tentu sahabat pembaca pernah mendengar perkataan TABLIGH, DAKWAH dan MUBALIGH bukan??? Apa maksud TABLIGH??? Apa itu MUBALIGH??? Apa maksud DAKWAH???

Tabligh adalah “menyampaikan ajaran-ajaran Islam yang diterima dari Allah SWT kepada ummat manusia agar dijadikan pedoman hidup supaya memperoleh kebahagian di dunia dan di ahirat.” Tabligh dikenali juga di kalangan masyarakat Islam dengan Jemaah Tabligh.Namun, rata-rata masyarakat kini memandang serong dengan Jemaah Tabligh.

Istilah syara` dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, memanggil, atau mengajak orang untuk beriman dan taat kepada Allah, SWT sesuai dengan ajaran Islam.(LIHAT POST AIN BERKENAAN PENGERTIAN DAKWAH)

Mubaligh bermaksud ahli kumpulan agama yang dihantar untuk menyebarkan ajaran agama mereka melalui dakwah, pendidikan, khidmat sosial dan sebagainya. Perkataan "mubaligh" berasal dari bahasa Arab iaitu, مبالغ yang bermaksud "berlebihan" atau "berluasan", yang menakrifkan usaha memperluaskan penyebaran agama oleh orang yang bergelar mubaligh. Namun perkataan MUBALIGH ini lebih dikenali dengan penganut Kristian.Betul tak??? Ini kerana mereka bergiat aktif dalam masyarakat menyampaikan agama mereka.Sedangkan maksud mubaligh itu sendiri adalah kumpulan agama yang menyebarkan agama, tidak berkaitan dengan agama sama sekali.

Ini nurkilan daripada seorang sahabat dan nurkilannya terus-terang ain katakan adalah nurkilan yang ain sendiri ingin katakan juga.

"HARI INI SEMUA ANTI TABLIGH.. HARI INI SEMUA BENCI TABLIGH.. HARI INI SEMUA KATA SESATNYA TABLIGH.. HARI INI SEMUA CACI TABLIGH..
TAPI SEDARKAH MEREKA PERKATAAN TABLIGH ITU ADALAH SIFAT WAJIB NABI? SEDARKAH MEREKA? JANGAN MENGATAKAN CINTA PADA NABI KALAU HAKIKATNYA BENCI. SEMUA MASIH BELUM SEDAR ISLAM KUAT SEBAB MUBALLIGH. ISLAM HIDUP SEBAB MUBALLIGH. ISLAM SUBUR SEBAB MUBALLIGH.
KALAU NAK HARAP ISLAM KETURUNAN, TAKDE LAGI SELEPAS NABI, ORANG KAFIR MASUK ISLAM. NI SEMUA SEBAB MUBALLIGH!! SEBAB DA'IE!! DI MANA LAGI PERTIKAIAN KITA TERHADAP TABLIGH. BENTANGKANLAH DAN TUNGGULAH ALLAH AKAN JAWAB, KERANA NABI IBRAHIM YANG JUGA DA'IE MAKA PENGORBANANNYA ALLAH HARGAI SEHINGGA ADANYA PERAYAAN AIDIL ADHA NI. FIKIRKAN & RENUNGKANLAH DEMI ISLAM DAN IMAN UMMAH!!!"..
*muhasabah* via An-nuur janna

Masyarakat hingga kini masih berpandangan serong terhadap mereka yang terlibat dengan tabligh.Sedangkan usaha dakwah daripada jemaah tabligh ini hanyalah dengan niat mengajak umat manusia kembali kepada ajaran ISlam yang sebenar dan kembali kepada ajaran Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW serta para sahabat.

Yea, memang benar ada dikalangan jemaah tabligh ini hidup dalam keadaan serba sederhana dan tidak kurang juga ada dikalangan mereka keadaan keluarga terabai.Namun, kenapa hanya jemaah tabligh saja dipandang hina sedemikian? Bukankah di dalam masyarakat kita sendiri yang tidak terlibat dengan tabligh juga ada yang mengabaikan keluarga dan agama?Hanya kerana mereka 'tabligh', maka segala yang buruk di dalam masyarakat datang daripada mereka, begitu? Betapa sempitnya fikiran kita jika beranggapan sedemikian.

Tiada manusia yang tidak pernah melakukan kesilapan.Jemaah Tabligh juga manusia biasa yang melakukan kesilapan dan berusaha memperbaiki diri dari masa ke semasa.Tahukah kita bahawa jemaah tabligh sanggup mendekatkan diri dengan mereka yang bermasalah misalnya penagih dadah, dengan niat untuk mengajak mereka kembali kepada ajaran Allah SWT.Mereka tidak memandang jijik golongan sebegini dan tidak takut untuk mendekati mereka yang biasanya dipandang hina dalam masyarakat.

Ambil masa anda sejenak membaca kisah seorang sahabat yang kami kenali.(ain dan suami):


Sahabat Nabi : “ Nahnu nakrahu a’si ,walakin nahnu la nakrahu ma’asi”
Maksudnya : “ Kami membenci maksiat ,akan tetapi kami tidak membenci pelaku maksiat”



Perkongsian gambar daripada sahabat


Teringat aku sewaktu tinggal di Flat Ceras kira-kira 20 tahun yang lalu. Ianya merupakan marhalah ke empat aku selepas Segambut, Kg.Baharu dan Setapat Jaya. Setelah beberapa bulan tinggal di sana , aku dilantik menjadi Imam di Surau berdekatan. Disamping kesibukan urusan pejabat aku juga menyibukan diri aku dengan kerja-kerja Dakwah dan Tabligh serta mengajar Tajwid kepada rakan-rakan dan juga anak muda setempat.

Di Flat serta taman berdekatan sememangnya ramai penagih dari luar berlebih lagi anak-anak tempatan. Hampir setiap pagi bila aku ke surau untuk solat Suboh pastinya akan ada beberapa orang penagih yang melepak di situ. Telah menjadi kebiasaan masyarakat akan memandang hina , mengherdik, memaki dan menghalau penagih-penagih ini yang rata-rata adalah anak tempatan. Terasa kasihan bila melihat keadaan mereka yang terjauh dari hidayat sedangkan satu ‘Kalimah’ dengan kita. Patutkah kita hanya mencemoh dan memaki tanpa membimbing mereka ke jalan hidayat.

Dengan bertemankan rakan seusaha , kami pun ziarah khususi mereka dan ajak mereka untuk solat berjemaah dan keluar 3 hari. Alhamdulillah ramai dikalangan mereka yang dapat keluar 3 hari. Dikalangan mereka terdapat beberapa orang yang menagih Morphine dan yang lainnya menagih Ganja. Ada dikalangan mereka yang telah menagih hampir 15 tahun. Ini yang banyak masaalah untuk mengawal mereka. Kami keluar di Petaling Jaya dan Alhamdulillah setelah balek ada perubahan kepada mereka ini. Tapi yang susahnya untuk mengawal mereka di samping tidak tahu solat dan bacaan Quran. Bila melihat pakaian serta mata yang bercelak tebal menakutkan masyarakat. Paling ketara ada yang solat Suboh 4 rokaat. Bila ditanya sebab apa abang solat Suboh 4 rokaat jawapnya dengan penoh yakin tak boleh ke aku solat lebih kerana dah bertahun-tahun aku tak solat.

Masyarakat melihat banyaknya yang mecemoh dengan mengatakan Tabligh ini tak ada ilmu, jahil dan Pusat Dakwah dan Pusat Dadah. Sedikit sangat yang menyokong dan memuji. Begitulah lumrah dalam kerja dahwah.

Setelah berpindah ke Seremban, beberapa tahun yang lalu aku berkesempatan nusrah Jemaah Masturat (Wanita) dari Seremban yang ‘transit’ di surau berdekatan dengan surau yang pernah aku tinggal dahulu, Di sana aku kembali bertemu dengan beberapa orang dari mereka yang pernah aku ‘taskil’. Alhamdulillah mereka telah berubah dan menjadi ahli surau dan ada yang belajar pondok di Thailand serta pulang mengajar agama di surau juga menjadi Imam serta Pengerusi surau yang dahulunya mereka menagih dan melepak di situ.

Pengalaman dakwah kepada penagih ini tidak hilang dari diri aku atas simpati, kasihan dan merasakan perlu membimbing mereka masih terasa di benak hati aku. Sehingga kini aku menjadi salah seorang penceramah untuk program kuliah di PENGASIH Kuala Lumpur sejak 4/5 tahun yang lalu.Di sana aku bertemu berbagai lapisan penagih dari dalam dan luar Negara. Ada anak gabnor, anak pensyarah universiti, anak saudara menteri, anak ustaz, anak pendakwah malah mereka dari kalangan pelajar universiti ,lawyer, pendidik serta ramai lagi golongan proposional yang kita tak sangka boleh menjadi penagih. Dari luar negara pula ada dari Oman, Saudi , Arab Emerate, Mildive ,Pakistan, Bangladesh, Indinesia dan lain –lain Negara Asian.

Bergaul dan bermesra serta bermuzakarah dengan mereka cukup mengajar aku makna hidup dan kehidupan serta nilai “HIDAYAT” dari Allah.



Ambil masa anda sejenak mendengar video ini:





Tengok dari sudut positif & sumbangan jemaah tabligh..Jangan hanya kelemahan segelintir daripada mereka kita terus lemparkn fitnah tentang kekurangn mereka ini..

Alhamdulillah, atas izin NYA ain kini bersahabat dengan ramai masturat iaitu para isteri daripada jemaah tabligh.Alhamdulillah, sejak hari pertama perkenalan hingga kini kami saling hormat-menghormati antara satu sama lain.Perkara yang paling menyeronokkan apabila adanya perjumpaan majlis ilmu, hanya kaum wanita sahaja dibenarkan berada di dalam majlis tanpa dihadiri kaum lelaki.Begitu tertib dan tegasnya batas-batas pergaulan dijagai dengan baik, Alhamdulillah.

Jika majlis ilmu bagi kaum wanita diadakan di rumah, bagi pihak lelaki pula, majlis ilmu atau ta'alim turut diadakan tetapi di masjid atau surau berdekatan.Ini bagi memastikan pandangan dan pergaulan diantara lelaki dan wanita tetap terjaga.Terus terang ain katakan, secara peribadi ain amat sukakan suasana sebegini.Kaum wanita dilindungi dengan baik dan sempurna.Malah, pada masa yang sama anak-anak kecil dididik untuk tahu batas-batas pergaulan sesama mereka di mana anak perempuan bersama si ibu sepanjang majlis ta'alim, manakala bagi kanak-kanak lelaki yang tidak perlu disusukan lagi akan dibawa bersama si ayah ke masjid atau surau.

Malah, jika ada ceramah agama disampaikan melibatkan jemaah lelaki dan wanita, adab pergaulan masih tetap diutamakan.Jemaah wanita akan berada di dalam rumah, manakala jemaah lelaki berada di luar rumah untuk mendengar ceramah agama.Penceramah adalah ustaz bertauliah dan diberikan kepercayaan dalam mengendalikan ceramah.Ruang yang memisahkan antara jemaah lelaki dan wanita adalah pintu yang disertai dengan tirai kain.Maka, speaker digunakan bagi memastikan jemaah masturat dapat mendengar ceramah dengan baik.

Suasana sebegini mengingatkan ain pada sebahagian surah dalam Al-Quran:
Allah SWT berfirman:

"Katakanlah (wahai Muhammad)kepada orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka, dan memelihara kehormatan mereka.Yang demikian itu lebih suci bagi mereka;sesungghnya Allah Maha Mengetahui tentang apa yang mereka kerjakan."..(an-Nur:30)

"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman itu supaya menyekat pandangan mereka (daripada yang diharamkan).....(an-Nur:31)


Di kalangan jemaah masturat ain kenali ini ramai diantara anak-anak mereka bergelar Hafiz, Hafizah dan turut terlibat dalam bidang profesional.Adalah tidak benar sama sekali jemaah tabligh ini mundur dan ketinggalan .

Maka, jika ada jemaah tabligh datang dari rumah ke rumah mengajak untuk ke masjid untuk solat berjemaah (bagi lelaki) tu, pandanglah dengan pandangan yang baik.JANGAN BERSANGKA BURUK tanpa mengenali mereka terlebih dahulu.

#walaupun diri ini terasa tersisih..tidak mengapa, Allah ada bersamaku...walaupun diri ini dipandang hina..tidak mengapa, pandangan Allah lebih penting bagi diriku...walaupun diri ini disangka buruk...tidak mengapa, sangkaan Allah pada diriku lebih berharga...walaupun diriku hanyalah manusia biasa yg masih berusaha memperbaiki kelemahan...diri ini tidak pernah mendongak ke langit seperti ku tahu segalanya...kerana diri ini tahu...Allah Maha Agung dan Maha Mengetahui segalanya dr diriku sendiri...setiap yg terjadi dalam kehidupan ini sesungguhnya adalah tanda Allah amat sayangkn diriku,maka diriku di uji..tidak mengapa Allah...Terima kasih Allah atas segalanya...aku terima segalanya hanya untuk MU...andai ini yg terbaik,aku redha...:)

Sampai di sini coretan ain kali ini.Segala yang baik datangnya dari Allah SWT dan yang buruk datangnya daripada diri ain sendiri.Syukran...

Tuesday, November 8, 2011

PENGERTIAN DAKWAH

Assalamualaikum, salam sejahtera sahabat ain sekalian.Moga semuanya dalam keadaan baik belaka dan dirahmati Allah SWT, aamiin.





Perkataan dakwah sering dikaitkan hanya layak disampaikan oleh golongan tertentu sahaja seperti alim ulama, ustaz, ustazah, malah yang mempunyai sijil pengikhtirafan sahaja layak untuk berdakwah.Masyarakat masih beranggapan berdakwah ini hanya layak buat ilmuwan atau cendiakawan Islam sahaja.

Pengertian Dakwah dalam Islam adalah menyeru, mengajak, memanggil umat manusia untuk beriman dan taat kepada Allah SWT serta kembali kepada ajaran NYA yang sebenar.

Kita amati pengertian Dakwah bagi para ahli dakwah:

Muhammad al-Ghazali memberi penerangan istilah dakwah sebagai satu program (barnamij) yang lengkap, yang kesemua peringkatnya mengandungi semua ilmu pengetahuan yang menjadi satu keperluan kepada manusia bagi menjelaskan tujuan dan matlamat hidup dan bagi menyingkap panduan jalan yang menjadi petunjuk kepada mereka.

Dalam pengertian mengikut Dr. Yusuf al-Qaradawi pula, beliau mendefinisikan dakwah sebagai usaha membawa orang lain kepada agama Islam, supaya mengikut petunjuk agama ini, melaksanakan segala ketetapannya di muka bumi ini, mengkhususkan segala bentuk penghambaan diri, permohonan dan taat kepada Allah sahaja, melepaskan diri dari segala kongkongan yang bukan daripada Allah (taghut) yang terpaksa dipatuhi, memberi hak kepada orang lain yang ditentukan hak oleh Allah, menyeru kepada kebaikan dan mencegah segala kemungkaran, dan bejihad pada jalan-Nya.

Adam Abdullah al-Auri dalm kitabnya Tarikh al-Dakwah al-Islamiyah baina al-Ams ila al-Yaum menjelaskan bahawa dakwah ialah memalingkan pandangan dan pemikiran manusia kepada pandangan dan pemikiran yang berdasarkan akidah, kerana dakwah merupakan satu seruan bagi menyelamatkan manusia daripada kesesatan yang hampir-hampir mereka terjerumus kedalamnya.

Dr. Abu al-Majd al-Sayyid Nawfal menjelaskan bahawa yang dimaksudkan dengan dakwah itu ialah usaha golongan yang mempunyai kemampuan memberi nasihat dan tunjuk ajar kepada sasaran untuk membawa mereka kepada Islam dan menjauhkan mereka daripada kepercayaan selain kepada Allah dengan cara-cara tertentu.

Dr. Ra’uf Shalabi menerangkan bahawa dakwah Islamiah itu ialah gerakan membawa atau mengubah masyarakat daripada keadaan kekufuran kepada keadaan keimanan, daripada keadaan kegelapan kepada keadaan cahaya dan daripada keadaan sempit kepada keadaan lapang, di dunia dan di akhirat.

Kesimpulannya bahawa dakwah itu merupakan satu usaha seseorang atau berkumpulan untuk menyeru manusia dengan menggunakan beberapa pendekatan tertentu untuk membawa manusia kepada keredhaan Allah.

Nasihat juga merupakan satu dakwah. Apabila seseorang itu terus merasakan diri masih tidak sempurna untuk memberi nasihat atau menyeru kepada kebaikan, sememangnya manusia ini semuanya tidak ada yang sempurna. Tetapi kita perlu ingat bahawa kita berilmu, ilmu itulah apabila diamal dan mengajak orang lain bersama-sama melakukannya ia merupakan satu dakwah atau satu kebajikan kepada umat Islam (Ilmu yang baik).


(http://qaulalhaq.wordpress.com/2010/12/20/definisi-dakwah-mengikut-pendapat-tokoh-tokoh-islam/)(latar belakang penulis=penuntut UIAM)

Kita telah fahami pengertian dakwah daripada para ilmuwan Islam.Namun, untuk apakah tujuan Dakwah itu sendiri???

Tujuan Dakwah adalah mengubah pandangan hidup manusia bahawa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara kerana yang berkuasa ke atas segalanya adalah Allah SWT.Berdakwah penting dalam menyebarkan agama Islam kepada bukan hanya pada umat Islam, tetapi juga kepada mereka yang masih tercari-cari makna sebenar kehidupan ini.Tanpa dakwah, Islam tidak akan berkembang dan yang tinggal hanya Islam keturunan.

Dakwah amatlah penting dalam mengembalikan manusia kepada Allah SWT yang satu, TIADA yang lain selain Allah SWT.Mengajak manusia kepada kebaikkan dan mencegah manusia daripada melakukan kemungkaran adalah satu perkara wajib kita lakukan bagi setiap umat Islam.Tidak timbul soal tiada tauliah ustaz atau ustazah.Masakkan mencegah seseorang daripada memakan sesuatu yang haram itu juga tugas ustaz/ustazah?Sebaik-baiknya apabila melihat kemungkaran berlaku di depan mata tegurlah dengan cara yang berhemah dan bersesuaian.Walau ilmu yang sedikit itu disampaikan, tetapi selagi ilmu yang sedikit itu disampaikan dapat memberikan manfaat kepada yang lain, maka ilmu yang ada itu tidak akan basi.Apalah guna ilmu yang sedikit itu jika tidak disampaikan, maka sia-sia dan tidak bergunalah ilmu itu.

Islam keturunan?Kenapa ain katakan demikian? Lihat saja apa yang berlaku di depan mata kita.Sijil kelahiran, kad pengenalan saja menunjukkan seseorang itu beragama Islam.Namun, perlakuan, percakapan, pergaulan, penampilan tidak menunjukkan sifat seorang muslim yang sebenar.Segala aspek kehidupan dan aktiviti harian kita sebenarnya melibatkan keimanan kita pada Allah SWT.Ketrampilan dan keperibadian diri sebagai seorang muslim juga amat penting.Namun, ianya tidak akan terjadi sekiranya tiada kesedaran dalam membetulkan akidah dalam diri sendiri.Maka, pentingnya menjalankan kegiatan berdakwah dalam Islam bagi membetulkan akidah kita sebagai seorang muslim agar tidak terus terjerumus dalam lembah kekufuran.


Dalam Al-Quran ada dinyatakan berkenaan dakwah:
Allah SWT berfirman:

"Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikkan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung.." Surah Ali Imran:104

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar.." surah Ali Imran:110

"Dan orang-orang yang beriman,lelaki dan perempuan,sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong sebahagian yang lain.Mereka menyuruh (mengerjakan) ma'ruf,mencegah dari yang munkar,mendirikan sembahyang,menunaikan zakat,dan mereka taat kepada Allah SWT dan Rasul NYA.Mereka itu akan diberikan rahmat oleh Allah SWT;sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.." surah Al Taubah:71

"Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan NYA dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.." Surah Al-Nahl:125



Ini hanyalah sebahagian firman Allah SWT yang disebutkan di dalam Al-Quran dalam menyeru hamba NYA untuk terus berdakwah menyampaikan keindahan Islam itu sendiri.Di dalam Al-Quran itu sendiri ada dinyatakan kepentingan dalam berdakwah, namun berapa ramai diantara kita yang menerima golongan dakwah ini dengan cara yang baik?Secara peribadi daripada pandangan mata kasar dan pengalaman diri ini, sebahagian besar masyarakat hanya melepaskan tanggungjawab dakwah ini pada golongan tertentu sahaja.Tiada usaha dakwah di dalam masyarakat itu sendiri.

Berdakwah sebenarnya bermula dari dalam sesebuah keluarga, komuniti, mahupun dalam sesebuah masyarakat.Kesedaran perlu ada betapa pentingnya penekanan dalam kehidupan seharian seseorang itu tentang keindahan Islam, tentang mengenal Allah SWT dan Rasul NYA.Bagaimana perkara dakwah ini boleh diadakan sekiranya tiada kesedaran pentingnya berdakwah bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga kepada mereka yang berada di sekeliling kita.Apabila masyarakat Islam tidak menyedari kepentingan untuk berdakwah, tidak mustahil semakin berleluasa isu murtad berlaku.

Jangan hanya tahu menuding jari menyalahkan pihak yang memurtadkan seseorang individu muslim, sedangkan apabila individu berkenaan melakukan kemungkaran, mereka yang berada di sekeliling yang bernama Islam itu sendiri tidak pernah mengambil tahu atau berusaha untuk membantu golongan sebegini.Apabila terjadi, hanya tahu menyalahkan sesama sendiri.

Jika dakwah itu dianggap remeh dan hanya utk alim ulama sahaja maka, akhirnya nanti tiadalah yg akan ambil berat antara satu sama lain dalam hal beragama dan dalam menegakkn Islam.Jika semua bsikap pentingkn amalan untuk diri sendiri sahaja, apa akan jadi pada mereka yg sememangnya naif??Mungkin saja sikap kita yg terlalu pentingkn diri sendiri,maka makin jauhlah mereka yg ingin berhijrah.

Ini suatu kisah yang dikongsikan oleh seorang sahabat suami ain:

Pernah seorang “converted” yang baru memeluk agama Islam memberi bayan(ceramah) di Markaz Nizamuddin ketika zaman Maulana Inamul Hassan menjadi amir. Katanya di dalam bayannya,”Sebab apa orang-orang kafir sekarang ini memusuhi orang-orang Islam?” Ia bertanya dan ia juga yang menjawab, “ Ianya adalah seumpama dua orang kaya, seorang sangat pemurah. Selalu memberi sedekah dan hadiah kepada orang-orang miskin dan orang ramai, maka ia disukai dan disayangi oleh orang miskin dan orang ramai. Sebaliknya seorang lagi adalah kedekut serta mengaut kekayaan peribadi serta mengenepikan orang miskin dan orang ramai, maka ianya dibenci oleh mereka semua. Begitulah perumpamaan orang Islam hari ini, mereka mempunyai kalimah yang sangat berharga dan bernilai namun bersifat kedekut dengan tidak mahu mendakwahkan kalimah berkenaan kepada orang kafir. Hasilnya orang-orang kafir memusuhi dan membenci orang-orang Islam.”

Begitulah betapa pentingnya untuk berdakwah dan terus berdakwah dalam Islam.Ain harapkan perkongsian kali ini membuka minda kita agar lebih terbuka dan berusaha menyampaikan ilmu Allah SWT walaupun sedikit kerana tugas itu terletak di bahu setiap umat Islam.

Segala kekurangan di dalam perkongsian ini harap dimaafkan dan silalah menegur demi kebaikkan bersama.Segala yang baik itu datang daripada Allah SWT, dan yang buruk itu datang daripada diri ini jua...

Pesanan-tanpa amar ma'ruf nahi munkar, tidak mungkin iman dapat dipelihara.

Sampai di sini coretan kali ini.Terima kasih buat sahabat NUR kerana sudi meluangkan masa bersama.

Monday, November 7, 2011

PERLUKAH WANITA BEKERJA???

Assalamualaikum, salam sejahtera buat sahabat NUR sekalian.Diharapkan sahabat semua sentiasa dalam lindungan Allah SWT selalu.

Bagi sahabat NUR yang setia membaca setiap coretan ain di blog ini, pasti masih ingat satu tajuk coretan ain yang bertajuk "ADAB MUSLIMAH BEKERJAYA".Sahabat masih boleh ke coretan post ain yang lalu di bawah label ADAB.

Di sini ain ingin berkongsi sebuah coretan daripada seorang ustaz kenalan suami berkenaan adab muslimah yang ingin keluar bekerja.Semoga perkongsian beliau memberikan manfaat buat kita bersama...

PERLUKAH WANITA BEKERJA???




Syariat telah menentukan bahawa lelaki lah yang keluar mencari rezeki manakala wanita berada di rumah sesuai dengan fitrah mereka. Namun begitu bagi wanita yang ‘terpaksa’ keluar mencari rezeki bagi menampong keluarga maka syariat telah menggariskan beberapa adab agar mereka terselamat dari fitnah di luar.

Kalimat ‘terpaksa’ ini boleh diketogori kepada beberapa perkara :-

a) Kerana kematian suami manakala tanggongjawab memelihara anak-anak telah terpikul pada dirinya.

b) Pendapatan suami tidak dapat menampong keluarga pada perkara-perkara asas dalam kehidupan. Bukan perbelanjaan pada perkara bermewah-mewah.

c) Bagi wanita yang belum bersuami yang terpaksa keluar bekerja bagi memelihara ibubapa yang tua serta adIk-adIk yang masih kecil.

d) Bagi wanita yang “Pakar” dalam sesuatu bidang yang kepakaran itu hanya ada padanya ketika itu dan di tempat itu yang tampanya tuntutan “fardhu Kifayah” tercicir maka “wajib” baginya keluar bekerja. Contoh : Doktor Pakar Sakit Puan.

Namun begitu wanita yang keluar bekerja (mencari rezeki) telah ditentukan oleh syariat beberapa adab antaranya :-

a) Pekerjaan itu mestilah tidak bertentangan dengan syariat dari semua sudut samada muamalat mahupun muasyarat.

b) Pekerjaan itu mestilah bersesuaian dengan naluri wanita. Contoh : Tukang jahit, jururawat, doktor, pendidik dan lain-lain.

c) Tempat bekerjanya itu bebas dari fitnah pada dirinya. Bukan tempat yang membuka ruang fitnah padanya. Contoh: Pelayan Pub dan Karaoke walau pun pekerjaan itu sesuai dengan naluri wanita namun mengundang fitnah yang banyak.

d) Wanita berkenaan hendaklah menutup aurat yang sempurna ( mengikut syariat) supaya tidak mengundang fitnah.

e) Perjalanan pergi dan balik ke tempat kerja juga bebas dari fitnah. Contoh : tidak menumpang kenderaan ke tempat kerja bersama lelaki yang bukan mahramnya.

f) Tidak bergaul mesra dengan lelaki yang bukan mahram melainkan pada perkara penting urusan kerja.

g) Menjaga akhlak sepanjang pekerjaan tersebut.


Sekiranya garis panduan yang telah di tetapkan di atas terhasil, maka boleh lah mana-mana wanita untuk keluar bekerja.

Wallahu’alam

p/s: Namun hakikatnya rezeki mencari kita, bukan kita mencari rezeki. Malah rezeki mengejar kita mendahului maut mengejar kita. Maut tidak akan boleh menghampiri kita selama rezeki belum disempurnakan kepada kita. Daripada manusia sibuk membetulkan dunia (urusan rezeki) lebih baik manusia sibuk membetulkan amalan. Hasilnya bukan rezeki “halal” sahaja malah rezeki yang “mulia” (Rizqan Karim)

Saturday, November 5, 2011

PENGORBANAN



Assalamualaikum, salam sejahtera sahabat NUR sekalian.Moga sahabat semua sentiasa dalam Rahmat Allah SWT dan dilindungi NYA selalu, aamiin.

Hari ini 5 November 2011, bersamaan 9 Zulhijjah yang jatuh pada hari Wukuf.Pada hari esok pula bersamaan 10 Zulhijjah 1432 H kita akan merayakan Aidil Adha (hari raya korban) bagi memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim as dan anaknya Nabi Ismail as.

Mengimbau kembali sejarah perjuangan Nabi Ibrahim as. dan anaknya Nabi Ismail as. membuatkan diri ini kagum, terharu dengan semangat cintakan agama, cintakan Allah SWT hingga sanggup mengorbankan perasaan dan nyawa demi Allah SWT yang dicintai.SubhanaAllah.Begitu besarnya pengorbanan yang kita sendiri tidak mungkin dapat gapai walau hanya di dalam mimpi.

Perjuangan para Nabi dan Rasul ini amatlah besar dalam menyebarkan ajaran ISlam ke seluruh pelusuk umat manusia di muka bumi ini.Pelbagai herdikan, hinaan, tohmahan diterima sepanjang perjuangan para Rasul dan Sahabat dalam melebarkan agama Allah SWT.Perit getir, kepayahan dalam menyampaikan dakwah Islam tidak pernah dijadikan alasan buat para Rasul dan sahabat untuk berhenti perjuangkan agama suci ini.Perasaan juga turut dikorbankan selagi mana dapat membuatkan Allah SWT redha dengan perjuangan mereka.SubhanaAllah!

Maka, apalah sangat kita ini hamba Allah SWT yang kerdil lagi hina ini yang apabila diuji sedikit terus sahaja melatah.Apalah sangat dugaan, ujian atau musibah yang menimpa diri jika dibandingkan dengan ujian yang dihadapi oleh para Rasul dan sahabat suatu ketika dahulu, malah lebih berat lagi.Maka renungkanlah kembali kepayahan kita amatlah ringan dan seharusnya kita terus mengucapkan syukur pada Allah SWT atas ujian yang menimpa. Anggaplah setiap ujian itu hanyalah tanda kasih sayang Allah SWT buat hamba-hamba NYA agar lebih mendekatkan diri pada NYA, tidak kira di masa senang atau susah.

Ingatlah kata-kata ini; seseorang itu tidak akan dikatakan beriman selagi mana dirinya tidak diuji..

Ingatan daripada seorang sahabat:
Saat kita tertekan dengan masalah yang kuat menggoncang iman, ingatkan diri dengan perjuangan wali-wali Allah dan para nabi Nya menegakkan Islam, mereka rela mengorbankan harta, perasaan, kediaman hatta nyawa sekalipun kerana Allah yang mereka cinta tiada bandingan...terasa kerdilnya diri yang hanya berdepan sekecil ujian...

Ingatan buat diriku yang lemah ini:
apabila dirimu ingin berjalan di jalan kebenaran..pasti ada saja insan yg tidak merestui..

apabila dirimu cuba mengajak ke arah kebaikkan..pasti ada insan yang tidak memahami..

apabila dirimu berdamping dengan mereka yang cintakn agama Allah SWT dan Rasul...pasti ada insan yang melarikan diri...

pasti dirimu akan diuji..yea..ujian itu mematangkn dirimu dalam kehidupan ini...

Ya Allah, berikanlah kekuatan buat diri hambamu ini..Terima kasih Allah atas segalanya...


Moga bertemu lagi di coretan akan datang, insyaAllah..

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

SAHABAT NUR

SAHABAT NUR